Riview Jurnal Penilaian Hutan

 

Penilaian Hutan                                                                                      Medan,   Januari 2021

RIVIEW JURNAL : PENILAIAN KAWASAN HUTAN

DALAM PENENTUAN KELAYAKAN LUAS AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

(SUATU PENDEKATAN KONSEPTUAL)

Dosen Penanggungjawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Oleh :

Nur Rizky Aisyah Silalahi

181201046

MNH 5

 

 

 

DAPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020
Riview Jurnal Penilaian Hutan

 

Judul

Penilaian Kawasan Hutan Dalam Penentuan Kelayakan Luas Areal Perkebunan Kelapa Sawit (Suatu Pendekatan Konseptual)

 

Jurnal

Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan

Volume & Hal

Vol. 4. No.3, Hal : 336-354

Tahun

2015

Penulis

Akhmad Yani

Reviewer

Nur Rizky Aisyah Silalahi (181201046)

Tanggal

30 Desember 2020

 

Abstrak

Sebagian besar kajian penilaian yang telah diuraikan sebelumnya termasuk ekosistem hutan tidak melihat jasa ekosistem hutan sebagai modal / aset alami bahkan konteks sosioekologis. Implikasinya, jasa ekosistem hutan dianggap sebagai aset ekonomi / modal ekonomi. konsep nilai yang digunakan dalam penilaian adalah konsep nilai keluaran. Padahal jasa ekosistem hutan memiliki ciri dinamis yang lestari dan sebagai bagian dari sistem penyangga kehidupan termasuk kemampuan ketahanan dan daya tampung diri. Sehingga ekosistem hutan tidak lagi dipandang sebagai aset ekonomi, tetapi dengan karakteristik ekosistem hutan yang dinamis dan lestari dipandang sebagai aset modal alam atau modal alam. Perspektif saat ini meminggirkan fungsi ekosistem hutan lainnya, seperti fungsi sosial ekonomi. Padahal konsep nilai penjaminan ekosistem hutan tidak hanya sekedar dilihat dari perspektif modal alam, tetapi peran nilai sosial dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan sangatlah penting, yang tercermin dari keberadaan nilai heritage, dan nilai keberadaan. Sehingga nilai penjaminan ekosistem hutan terjadi karena ekosistem hutan berfungsi sebagai aset alam / aset modal alam dan sosial / modal sosial.

 

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui manfaat dari fungsi ekosistem  hutan  dalam pendorong terjadinya konversi ekosistem hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit

 

Pendahuluan

Selama ini salah satu instrumen dalam menentukan kelayakan konversi kawasan hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit adalah instrumen Cost-Benefit Analysis. Instrument valuasi ini pada dasarnya lebih menitikberatkan pada aspek manfaat ekonomi dalam perspektif jangka pendek tanpa memperhitungkan dampak eksternalitas kerusakan lingkungan akibat konversi hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit, sebagai bagian dari komponen biaya. Instrumen valuasi dengan menggunakan cost-benefit analysis yang menitikberatkan aspek finansial atau ekonomi ini menjadi salah satu pendorong terjadinya konversi ekosistem hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Prinsip nilai asuransi ini adalah suatu prinsip nilai yang melihat bahwa nilai manfaat dari fungsi ekosistem hutan, bukan hanya nilai manfaat yang dapat diperoleh pada saat sekarang, tetapi nilai manfaat yang dapat diberikan oleh fungsi ekosistem hutan secara berkelanjutan di masa yang akan datang.

 

Model Umum

Model umum penentuan kelayakan luas perkebunan kelapa sawit pada kawasan ekosistem hutan.

a. Penerapan valuasi terhadap manfaat ekosistem hutan dan perkebunan kelapa sawit dengan pendekatan HHCA (head to head comperative analyisis) harus mendefinisikan ekosistem hutan sebagai natural asset/natural capital dan social asset/social capital serta menerapkan konsep nilai asuransi (insurance value) terhadap manfaat dari fungsi ekosistem hutan.

b. Melakukan internalisasi dampak eksternalitas kedalam 3 aspek analisis yaitu analisis manfaat-biaya finansial, analisis manfaat biaya lingkungan dan analisis manfaat biaya sosial ekonomi untuk masing-masing kegiatan perkebunan kelapa sawit dan ekosistem hutan.

c. Seluruh komponen opportunity cost harus diperhitungkan dalam menganalisis manfaat bersih perkebunan kelapa sawit dan ekosistem hutan.

d. Konsep depresiasi tidak berlaku dalam ekosistem hutan, maka dalam menghitung nilai bersih ekosistem hutan haruslah dilakukan dengan menggunakan konsep future value.

e. Dalam konteks arus uang, arus penerimaan untuk kegiatan perkebunan kelapa sawit diperlakukan sebagai dana simpanan, sedangkan arus pengeluaran diperlakukan sebagai dana pinjaman.

 

Kesimpulan

Laju alih fungsi kawasan hutan yang sangat massive di Indonesia untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit dalam beberapa dekade belakangan ini, salah satunya dipicu oleh pendekatan valuasi terhadap ekosistem hutan yang lebih menekankan konsep present value dan menganggap fungsi ekosistem hutan bersifat statis. Sehingga dengan konsep ini, nilai ekonomi ekosistem hutan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan nilai ekonomi perkebunan kelapa sawit.

Penerapan konsep nilai asuransi dalam melakukan valuasi terhadap ekosistem hutan, menekankan pada konsep future value dan menganggap fungsi ekosistem hutan bersifat arus yang dinamis dan berkembang. Sehingga dengan konsep ini, nilai ekonomi ekosistem hutan menjadi lebih besar dibandingkan dengan nilai ekonomi perkebunan kelapa sawit.

Memperbandingkan hasil valuasi ekosistem hutan dengan penerapan konsep nilai asuransi dengan hasil valuasi perkebunan kelapa sawit akan mendapatkan indeks kelayakan luas perkebunan kelapa sawit dalam suatu kawasan hutan. Indeks kelayakan luas perkebunan kelapa sawit dalam suatu kawasan hutan digunakan untuk menentukan luas maksimal kawasan hutan yang paling layak untuk dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit, yang dapat memberikan keseimbangan baik dari aspek lingkungan, ekonomi dan sosial.

 

Kekurangan

-          Tidak terdapat abstrak dalam Bahasa Indonesia

-          Kurang adanya langkah secara rinci

-          Tidak adanya pengamatan yang khusus

-          Hasil dan Pembahasan tidak terinci

 

Kelebihan

-          Bahasa yang digunakan mudah dipahami

-          Terdapat model optimasi dalam jurnal

-          Memiliki gambar kerangka yang memudahkan pembaca lebih memahami

 

 

Komentar